Senin, 16 Juli 2012

when i can feel happy ? *part3

Keesokan harinya, tooru sengaja bangun pagi-pagi agar dia tidak berangkat ke sekolah bersama kyu, …

“appa, tooru berangkat sekolah yah, annyeong” beranjak berdiri setelah memakai sepatu
“tunggu tooru, kamu tidak menunggu oppa mu?”
“aniyo appa, aku harus piket hari ini, dah appa” tooru pun meninggalkan appa dan kyu dengan tergesa-gesa, karena tooru sedang malas pergi bersama kyu
“mianhe oppa, aku sedang tidak ingin bersama mu”

_dirumah_
“annyeong appa. Tooru mana, tumben dia belum bangun?” tanya kyu sambil menggaruk-garuk rambutnya yang makin membuat rambut kyu berantakan
“tooru sudah berangkat sekitar 10 menit yang lalu kyu”
“mwo? Kenapa dia tidak membangunkan aku, ish ! dasar anak itu, yasudah lah appa, aku juga mau berangkat sekolah” kyu berlalu menuju kamarnya
“hei, mandi dulu kyu !”
“gwenchana appa, tanpa mandi pun aku sudah keren” teriak kyu dari dalam kamar nya
“dasar anak itu” kang in melanjutkan membaca koran dan meminum kopi buatan nya hari ini

-disekolah-
“tooru, tumben kau datang pagi? “ tanya nagi sambil meminum susu rasa vanilla
“tak apa nagi, aku sedang mau datang pagi saja :)”
“kamu tidak bersama dengan oppa-mu yah tooru?” yuuko mencari sekeliling nya, karena biasanya kyu pasti akan terlihat kalau tooru sudah datang
“tidaak” jawab tooru malas
“kenapa, biasanya kamu selalu bersama oppa? Tanya run
“aaah ! kalian cari saja dia sendiri, aku sedang malas bersama nya” tooru menghentakan tangan nya ke atas meja dan segera pergi meninggalkan kelas
“apa mereka sedang berkelahi yah?” tanya yuuko heran
“yah namanya kakak adik, wajar saja kalau berkelahi” jawab run
“iya, kakak adik tak berkelahi itu tidak seru” tambah nagi

-diluar kelas-
“kenapa sih mereka bertiga itu, katanya sahabat ku, tapi tidak mengerti keadaanku, harus nya kan mereka paham kalu aku sedang tidak mood dengan kyu, apa raut wajahku tidak menjelaskan, huh ! apa dasar memang mereka bertiga nya saja yah yang lola?” umpat tooru kesal sambil berjalan menyusuri lorong sekolah nya itu dengan wajah menunduk
*bruk, seorang laki-laki menabrak nya
“mianhe, gwaenchanayo?”
“nee gwaenchana” tooru bangkit dari posisi jatuh nya
“tooru? Hei bodoh ! kenapa kamu meninggalkan aku berangkat sekolah sendiri!”
“o..oppa” tooru berusaha kabur dari hadapan kyu yang habis menabraknya itu. Namun dengan sigap kyu menarik tangan tooru dan segera mendarat kan tubuh mungil tooru kedalam pelukan nya
“oppa, ini sekolah, tolong lepaskan aku!” ronta tooru dalam pelukan kyu
“tidak akan kulepaskan sebelum kau menjawab pertanyaan ku, kenapa kamu meninggalkan aku berangkat sendiri hah !”
“hm,,karenaa…. Ukh oppa badan mu bau sekali” tooru mengalihkan pembicaraan nya itu
“hah? Jeongmal” dengan reflek pun kyu melepaskan pelukan nya, dan mengendus-enduskan hidung nya ke badan kyu sendiri
“uuh, ayo ikut aku” kali ini gantian tooru yang menarik tangan kyu
“hei, kau mau membawaku kemana?”
“ketempat yang bisa membuat mu lebih rapih daripada sekarang”
“aku tidak mau, meskipun aku begini,tetap akan banyak yang suka dengan ku”
“oppa, kau adalah kakak ku dan aku ingin kau berpenampilan baik, tidak seperti ini dasar kau ini kakak yang aneh,”
“mwo? Kakak?” tanya kyu heran
“iya , kau adalah kakak ku, dan selamanya akan menjadi kakak ku” tiba-tiba tooru melepaskan genggaman tangan nya namun tetap tooru membelakangi kyu
“ya, ya aku kakak mu, aku bisa mngurus diriku sendiri” setelah berbicara itu kyu meninggalkan tooru sendiri di lorong tersebut
“maaf oppa kalau kau tersinggung dengan ucapanku” tooru membalikkan badan nya melihat kyu pergi dengan setetes air mata yang ikut menemani. Dan tooru dengan langkah beratnya menuju kembali ke kelas nya.

Sepanjang pelajaran tak ada satupun yang menyangkut di otak nya tooru, pikiran tooru masih melayang kepada kyu, apalagi kyu akan pergi ke jepang untuk kuliah, 3 sahabat tooru hanya bisa terdiam melihat tingkah tooru selama di kelas, mereka tidak ada yang berani mengusik tooru, hingga bel pulang pun berbunyi.
“aku pulang duluan teman-teman” tooru mengambil tas dan mengenakan nya
“nee tooru” jawab 3 sahabat nya itu berbarengan.
Saat diluar kelas, tepat di gerbang antara mata tooru dan kyu tak sengaja saling bertemu, dan itu membikin tooru sempat menghentikan langkahnya, namun dengan sigap, tooru segera berlari menuju rumah nya. Kyupun begitu, ia mengikuti langkah kaki tooru, dan kyu berhasil mensejajarkan langkahnya hingga ia sekarang tepat disamping tooru, dan segera menggenggam tangan tooru yang langsung segera menghentikan lari nya.
“apa kau marah gara-gara akau akan mengambil kuliah di jepang?” tanya kyu langsung membikin tooru tersentak
“tidak oppa”
“lalu kenapa sikap mu hari ini aneh sekali terhadap ku”
“tidak apa oppa”
“tooru?”
“oppa, pergilah ke jepang, aku akan selalu mendukung apa yang ingin kau lakukan, mungkin kemarin aku hanya terkejut saja, maaf yah oppa sudah membuat mu khawatir :)” jawab tooru dengan senyuman yang terpaksa dibibir nya
“huft, untung lah, kupikir kau akan seperti ini terus, hahahaha”
“tidak kok oppa :) “
“kau mau ku gendong lagi, pasti capek kan tadi sehabis berlari untuk menghindariku ?” ledek kyu
“oppa !” memukul lengan kyu yang cukup kuat itu
“aw,, skit bodoh, yasudah naik lah ke punggungku” kyu berjongkok di depan hadapan tooru
“ok, let’s go oppa”
“c’mon”
“oppa, aku tidak mengerti apa yang kurasakan sekarang, kenapa aku tidak rela kehilangan mu yah oppa, kyu –oppa , ada yang salah dengan perasaan ku kali ini, apa kau merasakan nya juga?”


“tooru, kenapa aku jadi tidak rela meninggalkanmu, kenapa perasaan ini tiba-tiba muncul saat ingin meninggalkan mu? Ah, maaf tooru, aku harus tetap pergi”

Hari demi hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulanpun berlalu, sekarang tibalah waktu nya kyuhyun untuk pergi ke jepang untuk melaksanakan kuliah nya, tooru dengan sengaja bangun lebih pagi dari sebelum-sebelumnya, karena ia ingin memberi kejutan kepada oppa kesayanga nya.

“tooru, apa yang sedang kamu lakukan. Ini masih sangat pagi sekali”
“ah appa, maaf mengganggu mu, aku hanya ingin membuat surprise untuk kyu-oppa :) “
“yasudah lanjutkan lah usahamu tooru , biara aku yang membangunkan kyu kesayanganmu :D “
“gomawo appa” tooru memeluk appa nya yang dibalas dengan kang in juga

“mwo? Apa-apaan ini meriah sekali” kyu pun langsung terbangun dari tidur nya
“pagi oppa, ayo rayakan hari terakhirmu dirumah ini dengan meriah, nanti siang kan kita sudahn ke bandara :)”
“waah, makanan nya banyak sekali, pasti ini delivery yah tooru :p “
“oppa, aku yang membuat nya -__-“
“hehehe, baiklah ayo kita makan pagi yang meriah hari ini”
“ayo oppa”
“kyu, aku tidak yakin tooru bisa bersemangat sperti ini di kemudian hari tanpa mu kyu, tooru begitu sangat memerlukan perlindungan mu, tapi apa boleh buat, ini sudah keputusan mu kyu”
“hei appa, jangan melamun saja, ayo makan juga” ajak kyu dengan mulut yang terisi penuh dengan makanan

-siang hari nya di bandara-
“op..oppa hati-hati yah diperjalanan , hati-hati juga dijepang, aku akan selalu merindukan mu oppa” tooru pun menangis tersedu-sedu saat melihat kyu akan pergi
“ukh,, tooru, aku juga akan selalu merindukan mu, jagalah dirimu baik-baik disini, jangan nakal, dan tetap menurut dengan ayah yah” kyu berusaha menenangkan adiknya itu dengan pelukan hangat nya
“nee oppa, tenang saja tooru pasti tahun depan bisa masuk ke universitas todai juga” isak tooru masih dalam pelukan kyu
“baiklah akan aku tunggu tooru” melepaskan pelukan dan mengusapkan tangan nya diatas kepala tooru
“appa, jaga baik-baik si tooru yah, terkadang dia suka berbuat sesuatu hal yang aneh”
“hahahaha,baiklah kyu, kau juga hati-hati yah disana, kalau sudah sampai, segera kabari kami”
“nee appa, baiklah aku pergi yah, dah appa, dah tooru”
“oppa tunggu”
“ada apa?”
“cup” tooru mencium kening oppa nya dengan penuh perasaan. “hati-hati oppa” . kyu pun hanya membalas dengan senyuman yang menahan airmata nya agar tidak terjatuh, dan segera menuju ke pesawatnya.

Seusai dari bandara tooru dan kang in segera pulang menuju rumah, dan tooru ingin sekali segera sampai ke kamar nya, ia ingin curhat dengan ayah nya teuki, meskipun sekarang kang in adalah ayah nya tooru, tapi tooru tidak bisa terbuka seutuh nya terhadap kang in, karena bagaimana pun juga kang in bukan lah ayah kandung nya tooru.

-dirumah-
“appa, aku ingin istirahat”
“iya, istirahatlah dulu, daritadi appa melihatmu selalu menangis, pasti kau lelah”
“nee appa,, anyyeong” tooru meninggalkan kang in sendiri diruang tengah

“tooru, aku merasa ada yang aneh dengan mu, apa kau sudah mulai menyukai kyu lebih dari sekedar kakak?” kang in berbicara sendiri tanpa terdengar dengan tooru

-3 bulan kemudian (kembali ke aktivitas sekolah tooru)-

“huft, padahal kita sudah kelas 3 dan mau ujian, tapi kenapa aku masih malas belajar”
“hahaha, tidak boleh seperti itu yuuko, sekarang saat nya kita yang berjuang, apa kau tidak mau lulus yuuko?”
“ah run, jangan seperti itu dong,”
“ya habis, yuuko masih gak mau belajar, hati-hati lhoo :p”
“nagi, kenapa kamu juga ikut-ikutan seperti run? -__-“
“hahaha, kalian ini ada-ada saja”
“tooru mah enak, dia sudah pintar ama seperti kakak nya”
“hahaha, kata siapa , sok tau kamu ini yuuko”
“hei, aku punya ide bagus, bagaimana kalau kita mengambil universitas yang sama?” ajak run dengan senyum kuda nya
“wah boleh tuh” nagi menyetujuinya
“akuningin masuk ke universitas tempat kyu oppa, universitas todai” jawab tooru sambil memancarkan tatapan kosong ke arah luar jendela
“oooh, tooru, apa kamu masih sedih ditinggal dengan kyu oppa?” ucap nagi sambil mengusap-usap pundak tooru
“sudahlah tooru, jangan menangis, ini gunakanlah tisu ini” tawar run
“gomawo, kalian bisa mengerti keadaan ku, entah mengapa, aku sangat sedih sekali ditinggal oleh kyu oppa, aku merasa, aku jadi tidak bersemangat tanpa dia , pasti sekarang oppa sedang belajar dengan suasana baru nya, aku sangat merindukan oppa” tangisan tooru pun semakin menjadi-jadi
“tooru, kau baru saja 3 bulan ditinggal oleh kyu oppa”
“3 bulan itu sudah waktu yang lama run !”
“ah, maaf tooru :(”
“sudah lah tooru jangan menangis, aku bersedia menjadi pengganti kakak mu, meskipun aku tahu aku tidak sesempurna dia” kata seorang teman sekelas laki-laki tooru yang tiba-tiba berdiri tepat dihadapan tooru yang sedang menyembunyikan wajah nya diatas meja
“mworago?” jawab mereka berempat yang benar-benar terkejut mendengar perkataan namja itu
“ya, selama ini aku selalu memperhatikan tingkah laku kalian berdua, aku iri, aku ingin sekali berada di posisi kyu oppa, maka dari itu, karena kyu oppa sudah ke jepang, boleh kah aku mengganti posisi oppa mu tooru? “ lanjut seorang laki-laki yang bernama jinki tersebut
“hey jinki, apa kau sadar apa yang kau ucapkan barusan?” tanya nagi dengan ekspresi terkejut
“iya, aku ingin menjadi penyemangat dan pelindung tooru” jawab jinki dengan enteng nya
“tidak ada yang bisa menggantikan posisi oppa ku” jawab tooru ketus
“kalau begitu, kalau jadi pacar mu?”
“mwo?” kembali lagi mereka berempat berhasil dibuat terpatung karena ucpan yang keluar dari jinki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar